INDUSTRI ANIMASI MENJADI TUAN RUMAH SENDIRI

(Sebuah kenyataan dan harapan bagi insan dan penggiat industri animasi lokal)

Oleh : Handriyotopo, S.Sn., M.Sn

Abstrak

Industri animasi di Indonesia menjadi tuan rumah sendiri. Sebuah harapan yang membutuhkan perjuangan dan tantangan terhadap serbuan konten film animasi dari luar terhadap industri animasi dalam negeri. Film animasi televisi ataupun cinematografi banyak digarap oleh industri global yang membutuhkan SDM dan biaya yang tidak sedikit. Kemampuan SDM kita sebenarnya tidak kalah dengan asing. Terbukti SDM lokal sudah banyak menjadi tenaga handal dalam membuat dan memoles garapan animasi seperti di film animasi keluaran Holywood. Ada juga pengusaha animasi Indonesia yang menggarap film animasi untuk dipasarkan di luar negeri, yang tidak dikonsumsi untuk masyarakat Indonesia. Dukungan pemerintah sangat diharapkan untuk memajukan film animasi bisa menjadi industri yang mempunyai prospek tinggi menjadi bagian dari pengembangan industri kreatif. Hadirnya dunia maya dan perlunya pengetahuan animasi bagi masyarakat luas adalah sebagai bentuk eksitensi untuk memperkenalkan kekuatan animasi kita dapat dinikmati masyarakat luas tanpa batas tanpa meninggalkan lokal identitas.

Kata Kunci: Film Animasi, Industri kreatif, lokal identitas

Iklan

Bermain tanda dan memaknai dengan semiotika

Pesan visual akan lebih bermakna jika anda tahu dan mengerti akan makna pesan yang ditampilkan dalam citra visual dari tanda dan simbol didalamnya. Jika kita ingin mengungkapkan sebuah penyadaran maka perlu mencari tanda untuk visualnya. Pesan moral dari iklan layanan masyarakat akan menjadi sebuah pesan komunikasi yang menarik tidak hanya sekedar teks verbal dari headline dan teksĀ  semata. Pembacaan teks dan tanda-tanda di dalam sebuah iklan atau poster diperlukan perenungan karena memuat enigma (teka-teki) dalam citra visualnya. Kode-kode budaya dalam iklan atau poster perlu kita bongkar dalam pembacaan maknanya dengan semiotika.